Rabu, 14 Juli 2010

Bukan Karna Baca Sambil Tiduran..!!!!

Benarkah kebiasaan membaca sambil tiduran ada hubungannya dengan gangguan mata minus???. Berikut ini dr. Saman akan menjelaskannya.
" Bukan posisi membacanya yang sebenarnya meyebabkan mata rusak, tetapi lapunya yang menerangi tulisan, " Jelas dr. Saman, dari rumah sakit mata Prof.Dr. Isak Salin Aini, Jakarta. " Jadi, tidak ada hubungannya antara posisi tidur sambil membaca dan timbulnya kelainan mata "
Pada posisi membaca sambil duduk, lampu yang menerangi biasanya datang dari atas sehingga posisi membaca yang demikian dinilai paling baik. Namun, tidak ada salahnya mengingatkan anak2x agar tidak membaca sambil tiduran apalagi jika penerang tidak cukup.
Untuk keperluan membaca atau juga melakukan pekerjaan tangan yang rumit seperti menisik, menjahit, dan melukis, disarankan menggunakan penerangan dengan bola lampu susu 40 watt. Lalu, sinarnya dipusatkan ke objek bacaan atau pekerjaan yang sedang dilakukkan.
" Bola lampu susu tidak silau karena ada filternya, sedangkan lampu neon tidak disarankan kerena sinarnya berupa geyatan, " tutut dr. Saman. Lampu duduk dengan bohlam 60 watt dinilai terlalu terang, sedangkam 40 watt terlalu redup. Kurangnya penerangan yang cukup meyyebabkan kerja otot terlalu berat sehingga mata mudah lelah dan pedih. Keadaan ini mempercepat timbulnya miopia ( rabun jauh atau condok ) terutama pada seseorang yang punya bakat rabun jauh.
demikian cerita felicia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar